Featured Post (TOP)

Penerbit Asrifa berkomitmen membantu penulis untuk menerbitkan bukunya secara self publishing dengan biaya terjangkau, berkualitas dan terpercaya. Publish Your Book, Now! Penerbit Asrifa siap membantumu.

Thursday, 12 October 2017

Efulgensi Kemandirian Desa


Judul Buku : Efulgensi Kemandirian Desa
Penulis : Syahrani, S.Pd.I. M.M
Harga Buku : Rp. 45.000 (Belum termasuk ongkir)

Pemesana Buku via sms/wa 085624070744

-------

Mandiri tidak menggantungkan hidup dari pemberian, tapi mampu hidup dari pendapatan asli milik sendiri, besarnya Dana Desa dan ADD yang saat ini diterima desa,  itu karena amanah Undang-Undang Desa yang memiliki visi Desa Maju, Kuat dan Mandiri.
Demi mencapai kemandirian desa, minimal desa harus memiliki inovasi tersendiri dalam menciptakan dan mengembangkan PAD sendiri. Menciptakan dan mengembangkan PAD tidak mutlak harus dari produk unggulan desa, apa yang dianggap paling menguntungkan, cepat menguntungkan dan keuntungan tersebut jadi omset abadi merupakan kunci utama inovasi desa menuju kemandirian.
Undang-Undang No. 6/2014 tentang Desa berdampak terhadap makin besarnya dana yang diterima di masing-masing desa. Di satu sisi, upaya ini memberikan dampak yang positif, tapi tidak jarang pula membuat urusan desa menjadi lebih komplek dan rumit, tapi bagi yang berpikir positif, justru ini kesempatan emas untuk dijadikan modal awal BUMDes.
Sahabat… ingatkah anda saat awal membangun rumah tangga? Sebelum anda memilih wanita idaman yang cantik dan menentramkan jiwa, terlebih jika anda merupakan muda mudi yang akan melangsungkan perkawinan di era ini, apa yang kebanyakan ditanyakan oleh calon mertua? Bukankah mereka rata-rata bertanya apa usaha anda? Bukankah mereka bertanya berapa gaji anda? Bukankah mereka bertanya apa jabatan anda? Bukankah hanya sebagian kecil saja mertua yang tidak menanyakan hal demikian?

Itulah bukti bahwa dalam membangun perlu dana, perlu usaha, tapi kenapa saat membangun desa ternyata kebanyakan membangun prasarana fisiknya saja? Kenapa prosentasi terbesar tidak untuk membangun ketahanan ekonomi?