Featured Post (TOP)

Penerbit Asrifa berkomitmen membantu penulis untuk menerbitkan bukunya secara self publishing dengan biaya terjangkau, berkualitas dan terpercaya. Publish Your Book, Now! Penerbit Asrifa siap membantumu.

Sunday, 20 December 2015

(Kumcer) Daun-Daun Cinta untuk Baginda





Judul buku : Daun-Daun Cinta untuk Baginda (Kumcer)
Penulis : Rifda Azzayfa
ISBN : 978-602-6752-17-8
Dimensi buku : 13 x 19 cm
Jumlah halaman : 134 hlmn
Harga buku : Rp. 40.000 (Belum ongkir)


Pemesanan via sms/Wa/Line 085624070744

Sinopsis :

Bonte, kerap menghindar saat dirinya dipanggil dengan nama aslinya, Muhammad. Padahal nama itu adalah identitasnya sedari lahir. Sejak ia hidup diranah perantauan namanya diganti menjadi bonte. Hingga seseorang dari masa kecilnya datang dan merubah segalanya. Ada apa sebenarnya yang disembunyikan bonte?  Kenapa ia enggan mengakui nama itu sebagai namanya? Nama pemberian ibunya tercinta yang meninggal saat bapak pergi ke kota dan tidak tahu dimana rimbanya.
Seorang nenek tua digiring keliling desa? Di atas becak yang dikayuh warga sang nenek menahan rasa malu yang tak terperi. Tangisnya jelas tidak mampu ia bendung. Orang-orang melihatnya rendah sebelah mata. Tak sedikit yang mengumpat dengan kata-kata yang runcing. Tapi kenapa? Apa penyebab seorang perempuan lanjut usia itu diarak banyak orang? Pekerjaan nenek itu hanya sebagai penjual daun sirih di pasar. Lepas berdagang ia selalu datang ke sebuah masjid demi menyusun rukuk sujudnya. Tidak ada yang mencurigakan. Hanya saja sang nenek kerap menyita mata para jamaah masjid dengan “perilaku anehnya”. Ia selalu membersihkan halaman masjid dari sampah daun-daun pepohonan rindang yang berdiri kokoh sejak puluhan tahun itu. Padahal si nenek bukanlah marbot di masjid itu. Kedengarannya biasa saja dan tak ada yang perlu dipertanyakan. Tapi sang nenek  benahi sampah dedaunan itu dengan tangannya sendiri. Tanpa alat bantu sapu lidi atau apapun alat penunjangnya. Hal yang bagi kebanyakan orang adalah terkesan tak wajar. Penjual sirih itu memunguti satu demi satu daun-daun yang terkapar pasrah dipelataran masjid. Mungkinkah karena ini nenek salmah rela pertaruhkan harga dirinya di injak-injak warga? Lantas apa yang mendorongnya untuk menjalani kebiasaannya yang tak biasa itu?
Simak pula kisah Dewi Hidayati. Sang cewek tomboy yang bekerja sebagai redaktur di sebuah majalah yang menggegerkan seisi kantor dengan perubahan penampilannya yang drastis. Fashion dewi mendadak islami setelah ia kembali dari beribadah haji. Seratus delapan puluh derajat berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Gaya berpakaiannya tak lagi sebebas dulu. Dan sebab itulah rio, laki-laki parlente di kantornya mendadak putar arah. Fantasi buruknya menginginkan dewi kembali “sembuh”.  Uniknya, dalam perjalanan religinya itu dewi mengaku kerap di tolong oleh malaikat. Tapi benarkah ia melihat malaikat? Bagaimana rupa malaikat itu dan kenapa malaikat itu bisa terlihat oleh manusia?
Penasaran? Selami terus kisah demi kisah dalam buku ini. Semoga mutiara hikmah bisa kita tuai bersama.